Teks asli dalam Bahasa Italia.
Diwawancarai oleh Francesco Subiaco.
Bagaimana Anda menilai keadaan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat saat ini?
Teheran yang praktis menetapkan syarat kepada Washington. Ini perkembangan luar biasa. Soalnya, AS mendominasi perang bersenjata. Hal itu menegaskan bagaimana, ketika sampai pada menanggung penderitaan yang berkepanjangan, sebuah pemerintahan diktator bisa bertahan lebih lama daripada sebuah negara demokrasi.
Bagaimanakah hasil perang AS-Israel terhadap Iran mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan?
Jika kesepakatan antara AS dan Iran dilaksanakan — dan ada alasan kuat untuk meragukan hal itu terjadi — maka Republik Islam Iran akan menjadi lebih miskin tetapi jauh lebih kuat dan punya sumber pendapatan yang lebih besar dibanding sebelum perang dimulai. Sekali lagi, kondisi ini akan terjadi dengan asumsi kesepakatan itu tercapai sehingga pengaruh AS justru berkurang tajam. Baik karena kekuatan Iran maupun akibat reaksi balik dari sekutu-sekutu Amerika. Yang menjadi warisan Donald Trump adalah bahwa ia mengawasi hasil militer terburuk dalam sejarah Amerika.
![]() Trump menandatangani Memorandum of Understanding dengan Iran di Istana Versailles, yang mengingatkan orang pada persekutuan yang tidak menyenangkan pada 1919. |
Bagaimana perang tersebut memengaruhi pengaruh regional Turki dan Tiongkok?
Turki akan diuntungkan berkat letak geografisnya, hubungan ekonominya dengan Iran. Juga karena keanggotaannya dalam blok negara-negara Sunni yang baru dilegitimasi. Tiongkok juga akan makmur, terutama karena posisi Teheran yang meningkat dan posisi Washington yang melemah.
Masa depan seperti apa yang Anda perkirakan atas kemungkinan adanya nota kesepahaman antara AS-Iran?
Penolakan yang luas terhadap kesepakatan kedua negara tersebut di Iran dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa hubungan antara kedua negara akan tetap buruk untuk waktu yang lama.
Seberapa besar masalah Selat Hormuz akan mempengaruhi tatanan regional di masa depan?
Masalah Selat Hormuz berbicara tentang konsekuensi perang yang tak terduga! Serangan AS-Israel atas Iran mengubah Selat Hormuz dari masalah yang tidak penting menjadi perhatian global utama. Kemungkinan besar akan tetap demikian untuk waktu yang lama.
Mengingat ketegangan saat ini di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel, bagaimana Anda memperkirakan konfrontasi antara Hizbullah dan Israel akan berkembang?
Kepemimpinan Iran dengan lihai memanipulasi Pemerintahan Trump untuk membatasi balasan Israel ketika Hizbullah menyerangnya. Hal ini menempatkan Pemerintah Israel dalam dilema: apakah membiarkan bagian utara negaranya menjadi kawasan yang tidak layak huni atau menentang tuntutan Trump. Saya duga Israel akan melawan Hizbullah, apa pun biaya diplomatiknya.
Bagaimana hubungan antara Amerika Serikat dan Israel akan berubah, mengingat Israel mengkhawatirkannya atau bahkan menolak kesepakatan Iran?
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menaruh kepercayaan pada Donald Trump. Dan, seperti banyak orang lain sebelumnya, dia mendapati dirinya dimanfaatkan dan dibuang. Krisis ini kemungkinan akan merusak hubungan AS-Israel selama bertahun-tahun mendatang.
![]() Trump dan Netanyahu pada saat-saat menyenangkan, Desember 2020. |
Bagaimana Anda melihat berkembangnya persaingan antara Israel dan Turki, baik di Suriah maupun di kawasan yang lebih luas?
Turki di bawah pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan sudah menjadi antagonis utama bagi Israel dan berkonflik dengan Israel di banyak medan perang, terutama di Suriah. Dengan militernya yang kuat dan keanggotaannya di NATO, Turki menjadi ancaman yang jauh lebih besar bagi Israel daripada yang pernah dilakukan Iran.
Bagaimana Anda menilai serangan frontal Presiden Trump baru-baru ini terhadap negara Eropa sekutu AS seperti Perdana Menteri Italia Meloni dan Perdana Menteri Inggris Starmer, serta terhadap NATO?
Trump berbohong tentang Meloni yang "memohon" untuk berfoto bersama. Kebohongan ini melambangkan egonya yang tak terkendali sekaligus semakin meningkatnya sikapnya yang tidak peduli terhadap kepentingan nasional AS. Ini tragedi yang khas, karena karya Amerika yang brilian berupa tatanan pasca-Perang Dunia II yang berlangsung selama delapan puluh tahun, yang kini justru terancam oleh seorang presiden Amerika.***
Ingin mengubah cara anda medapatkan email?
Anda bisa memperbarui pilihan anda atau berhenti berlangganan dari daftar ini.



